Selasa, 17 Januari 2012

kasus tidur.


LAPORAN KASUS


A.      IDENTITAS KLIEN
N a m a                                 :  Tn. R
U m u r                                 :  62 tahun
Jenis kelamin                        :  laki-laki
A g a m a                              :  Islam
Pekerjaan                              :  ikut anak
Pendidikan                           :  SR (Sekolah Rakyat)
A l a m a t                            :  Jl. Bunga Wijaya Lingkungan VI
Penanggung jawab               :  Tn. S (anak kandung Tn. R)
Sumber data                         :  klien dan keluarga
Tanggal pengkajian              :  13 Agustus 2011
Tagl masuk                           :  13 Agustus 2011
No reg
Suku
Suku perkawinan
Identitas penanggung
B.      KELUHAN UTAMA KLIEN     : sesak nafas

C.      RIWAYAT PENYAKIT saat ini
Saat sekarang klien mengatakan bahwa sering merasa sesak nafas dan kadang-kadang nyeri dada sewaktu melakukan pekerjaan yang agak berat seperti mengangkat 1 ember air, menaiki tangga. Untuk mengurangi sesak nafas yang timbul klien mengatasinya dengan beristirahat
Kira-kira 1 bulan terakhir klien tidak kontrol ke rumah sakit sebab tidak menunjukkan gejala yang berarti bagi klien, sehingga klien malas dan merasa bosan terus berobat dan minum obat yang sama setiap saat.

D.      RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
Klien sudah mengalami sesak nafas dan nyeri dada sejak 5 tahun yang lalu dan sudah pernah dirawat di rumah sakit dengan diagnosa CHF. Terakhir klien dirawat tahun 2010 di Rumah Sakit Haji dengan diagnosa CHF dengan gejala yang paling utama yaitu sesak nafas yang diiringi dengan nyeri dada.
Kebanyakan obat yang dikonsumsi klien berupa obat anti hipertensi seperti catapres, adalat, reseRpin dsb. Ditambah beberapa obat-obat lainnya seperti diazepam.

Saat kecil klien tidak pernah mengalami penyakit akut maupun kronis, kecuali demam, flu dan batuk-batuk ringan. Klien pernah dirawat dengan penyakit CHF sebanyak 2 kali di rumah sakit HAJI tepatnya di ruang IPI jantung dan selama menderita penyakit tersebut Tn. R rajin kontrol ke rumah sakit HAM setiap bulannya. Riwayat penyakit hipertensi sudah dialami klien sejak berumur 45 tahun, tetapi masih dapat dikendalikan sampai berumur 57 tahun, yang pada akhirnya klien mengalami CHF. Klien tidak pernah dioperasi dan tidak mengalami alergi terhadap berbagai makanan dan minuman serta suasana tertentu.

E.       RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Klien mengatakan bahwa didalam keluarga ada anak-anaknya yang menderita penyakit hipertensi yaitu anak pertama dan anak ketiga. Ada anggota keluarga yang sudah meninggal yaitu istri klien (Alm. Ny. L) pada usia 56 tahun, tanpa dikenali jenis penyakitnya (diduga klien faktor ketuaan).








Genogram :




                  Tn.R                                                     Ny. L



     
                                                                                 Tn.S
Keterangan :
                  = laki-laki
                  = perempuan
                  = klien Tn. R
                  = tinggal serumah
                  = sudah meninggal

F.       RIWAYAT PSIKOSOSIOSPIRITUAL
Pola koping                                         : klien dapat menerima keadaan penyakitnya/adaptif sebagai suatu yang wajar terjadi di hari tua
Harapan klien ttg penyakitnya            : klien berharap penyakitnya tidak kambuh lagi dan kalaupun kambuh, jangan sampai di rawat di RS
Faktor stressor                                     : merasa bosan diam terus di rumah, tapi bila kerja akan kambuh penyakitnya
Konsep diri                                          : klien tidak merasa rendah diri karena keadaan penyakitnya karena dianggapnya wajar terjadi di hari tua
Pengetahuan klien                               : klien mengatakan bahwa penyakitnya terjadi akibat tekanan darah tinggi yang kronis
Hubungan dgn anggota keluarga        : baik, anak-anak klien sering berkunjung ke rumah klien terutama bila hari raya
Hubungan dgn masyarakat                 : klien ikut dalam organisasi STM di lingkungannya dan bergabung dengan sebayanya di kedai kopi
Aktifitas sosial                                    : klien mau mengikuti kegiatan di masyarakat sebatas kemampuannya
Kegiatan keagamaan                           : klien rajin sholat dan tidak ketinggalan dalam berpuasa

G.      KEBUTUHAN DASAR
Pola makan :       
keluarga dan klien makan 3 x sehari dengan komposisi nasi-sayur-lauk dan kadangkala buah-buahan. Selama ini selera makan klien tidak terganggu, apalagi klien mengikuti ibadah puasa. Makanan pantangan sesuai dengan kaidah agamanya. Klien tidak mau memilih-milih makanan, kecuali makanan pantangan. selera makan menurun selama masa puasa

Pola minum :      
selama bulan puasa klien hanya minum saat sahur dan saat buka puasa. Diperkirakan dalam 24 jam klien minum kira-kira 5-6 gelas sehari (1500-2000 cc) dengan minuman kesukaan kopi pahit setiap pagi bila tidak puasa. 


Pola eliminasi
Eliminasi BAK     :          
klien buang air kecil dengan frekwensi 4-5 x sehari (1000-1500 cc), tidak ada kelainan saat klien miksi dan tidak ada keluhan berarti dengan warna urine kadang jernih dan kadang kekuning-kuningan

Eliminasi BAB     :          
klien BAB 1 kali sehari, konsistensi lunak dan tidak ada keluhan saat BAB. Warna feses kuning dan tidak ada dijumpai kelainan

Pola tidur :          
klien mengatakan bahwa selama bulan puasa tidur malam agak terganggu karena banyak petasan dan harus sahur pada subuh, tidur malam dari jam 23.00 – 02.30, pada siang hari klien juga mengalami susah tidur karena suhu ruangan yang cukup panas, biasanya klien tidur siang dari jam 14.00-15.00 wita (total tidur 04.30 jam).


Aktifitas sehari-hari :
Klien mengatakan bahwa ia tidak bekerja dan hanya melakukan aktifitas sehari-hari di rumah dengan membersihkan sekitar rumah dan melakukan kegiatan yang ringan-ringan saja dan kebanyakan santai dengan teman sebaya di kedai kopi dekat jalan raya.

H.      PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum  :            tampak lemah, lesu, tampak tidak bergairah dan vital sign, meliputi : Tekanan darah 140/100 mmHg, Heart Rate 104 x/mnt, Respiratory Rate 26 x/mnt dan Temperatur 37 oC, Klien tampak meringis
Kulit                  :  kulit sudah mulai keriput, kering, tapi tidak ditemukan lesi, sianosis TIDAK ADA, edema (-)
Kepala               :  simetris tegak lurus dengan garis tengah tubuh, tidak ada luka, kulit kepala bersih, rambut beruban dan bentuk lurus
Mata                  :  ikterus (-), pupil isokhor kiri dan kanan, refleks cahaya (+), tanda-tanda anemis tidak dijumpai, daerah sekitar mata kehitaman
Telinga              :  bentuk simetris kiri dan kanan, pendengaran tidak terganggu dan tidak ada nyeri, serumen sedikit tidak mengganggu pendengaran dan tidak ditemukan cairan
Hidung              :  bentuk simetris, fungsi penciuman baik, polip (-), tidak ditemukan darah/cairan keluar dari hidung, tidak ada tanda-tanda peradangan
Mulut &
tenggorokan      :  bibir agak kering (pengaruh puasa), sianosis (-), lidah hiperemis, dapat dijulurkan maksimal keluar dan bergerak bebas, refleks menelan baik dan tonsil tidak infeksi
Leher                 :  tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid, tekanan vena jugularis 2 cmH2O dan leher dapat digerakkan bebas
Dada                  :  bentuk dan gerakan dada simetris, klavikula menonjoldan sternum terlihat rata serta tidak ada retraksi/distraksi area interkostal. Klien tampak memegang dadanya bila klien beraktivitas

Sistem pernafasan :
TAMPAK Sesak nafas timbul saat melakukan aktifitas ringan-sedang seperti mengangkat 1 ember air atau naik tangga. Pernafasan teratur dengan frekwensi 26 x/mnt, suara pernafasan bronchovesikuler dengan sedikit adanya ronchi pada lapangan paru bagian bawah dan percabangan bronchus pada pemeriksaan auskultasi.



Sistem kardiovaskuler :
Saat pemeriksaan TD 140/100 mmHg, frekwensi jantung 104 x/mnt tidak teratur terutama bila beraktifitas (nadi apikal), cardiomegali ringan saat pemeriksaan, bunyi jantung meliputi : M1 > M2, A2 > A1, P2 > P1, A2 > P2, gallop ritme tidak ditemukan, kapilary refill melambat lebih dari 2 detik, dan terkadang jantung berdebar-debar terutama bila sedikit terkejut

Sistem gastrointestinal :
Tidak ditemukan kelainan, mual tidak ada, , nyeri epigastrium tidak ada, kadang-kadang diare, tapi tidak begitu mengganggu klien, konstipasi jarang.

Sistem genitourinaria :
Tidak ada kelainan, nyeri saat miksi (-), urine lancar berwarna kuning, tidak dijumpai partikel-partikel darah atau lainnya.

Sistem muskuloskeletal :
Nyeri sendi kadang-kadang dialami klien bila cuaca terlalu dingin, kekuatan otot 75%, kekakuan otot dan sendi (-), tonus otot sedang, atropi otot (-), nyeri tekan (-), edema (-), kelemahan (-)

Sistem neurologi :
Kesadaran kompos mentis, kehilangan memori (-), komunikasi lancar dan jelas, orientasi terhadap orang, waktu dan tempat baik, emosi dapat dikendalikan, tenang, tremor (-) dan parese/plegia (-)

Sistem endokrin :
Riwayat DM tidak ada dan riwayat makan berlebihan tidak ada, belum pernah dideteksi adanya penyakit akibat gangguan metabolisme lainnya











KLASIFIKASI DATA/DATA FOKUS
DS ; KLIEN MENGELUH
-          sesak nafas
-          nyeri dada sewaktu melakukan pekerjaan yang agak berat seperti mengangkat 1 ember air, menaiki tangga.
-          PERNAH DRWAT DG PENYAKIT CHF
-          merasa bosan diam terus di rumah, tapi bila kerja akan kambuh penyakitnya
-          minuman kesukaan kopi pahit
-          SUSAH TIDUR MALAM KRN MENDENGAR SUARA petasan dan harus sahur pada subuh,
-          tidur malam dari jam 23.00 – 02.30,
-          siang hari susah tidur karena suhu ruangan yang cukup panas,
-          tidur siang dari jam 14.00-15.00 wita
-          total tidur 04.30 jam
-          terkadang jantung berdebar-debar terutama bila sedikit terkejut
-          Nyeri sendi kadang-kadang dialami klien bila cuaca terlalu dingin
DT OBJEKTIF :
-          tampak lemah,
-          TAMPAK lesu,
-          tampak tidak bergairah
-          vital sign, meliputi : Tekanan darah 140/100 mmHg, Heart Rate 104 x/mnt, Respiratory Rate 26 x/mnt dan Temperatur 37 oC,
-          daerah sekitar mata kehitaman
-          Klien tampak memegang dadanya bila klien beraktivitas
-          TAMPAK SESAK BILA MENGANGKAT AIR 1 EMBER
-          BUNYI NAPAS ronchi pada lapangan paru bagian bawah dan percabangan bronchus
-          cardiomegali ringan
-          kapilary refill melambat lebih dari 2 detik,

ANALISA DATA
No
Data
Kemungkinan penyebab
Masalah KEPERAWATAN
1
Data subjektif :
-          KLIEN MENGATAKAN SESAK NAPAS
-          PERNAH DRWAT DG PENYAKIT CHF
-           
Data objektif :
-          vital sign, meliputi : TD 140/100 mmHg, NADI 104 x/mnt, P: 26 x/mnt dan S: 37 oC
-          TAMPAK SESAK BILA MENGANGKAT AIR 1 EMBER
-          BUNYI NAPAS ronchi pada lapangan paru bagian bawah dan percabangan bronchus
-          cardiomegali ringan
-          kapilary refill melambat lebih dari 2 detik

HT
.....
CHF
....
EDEMA PARU
EKSPANSI DADA MENURUN
SESAK
PERUBHAN POLA NAPAS
2
Data subjektif :
-          SUSAH TIDUR MALAM KRN MENDENGAR SUARA petasan dan harus sahur pada subuh,
-          tidur malam dari jam 23.00 – 02.30,
-          siang hari susah tidur karena suhu ruangan yang cukup panas,
-          tidur siang dari jam 14.00-15.00 wita
-          total tidur 04.30 jam
Data objektif :
-          daerah sekitar mata kehitaman
-          tampak lemah,
-          TAMPAK lesu,
-          tampak tidak bergairah
-           

PERUBAHAN LINGKUNGAN

(BULAN PUASA, SUHU PANAS)

SUARA PETASAN, BANGUN SAHUR, KEPANASAN

MERANGSANG RAS

KLIEN TERJAGA/BANGUN

TIDUR REM




PERUBAHAN POLA TIDUR ; KURANG DARI KEBUTUHAN

















DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      PERUBHAN POLA NAPAS B/D PENURUNAN EKSPANSI DADA D/D
Data subjektif :
-          KLIEN MENGATAKAN SESAK NAPAS
-          PERNAH DRWAT DG PENYAKIT CHF
-           
Data objektif :
-          vital sign, meliputi : TD 140/100 mmHg, NADI 104 x/mnt, P: 26 x/mnt dan S: 37 oC
-          TAMPAK SESAK BILA MENGANGKAT AIR 1 EMBER
-          BUNYI NAPAS ronchi pada lapangan paru bagian bawah dan percabangan bronchus
-          cardiomegali ringan
-          kapilary refill melambat lebih dari 2 detik

2.      PERUBAHAN POLA TIDUR; KURANG DARI KEBUTUHAN B/D PERUBHAN LINGK D/D
Data subjektif :
-          SUSAH TIDUR MALAM KRN MENDENGAR SUARA petasan dan harus sahur pada subuh,
-          tidur malam dari jam 23.00 – 02.30,
-          siang hari susah tidur karena suhu ruangan yang cukup panas,
-          tidur siang dari jam 14.00-15.00 wita
-          total tidur 04.30 jam
Data objektif :
-          daerah sekitar mata kehitaman
-          tampak lemah,
-          TAMPAK lesu,
-          tampak tidak bergairah


TUJUAN

PERUBAHAN ADEKUAT/MASALAH PERUBAHAN POLA TDUR TERATASI DLM 2X24JAM PERWT DEGN KRITERIA
-          KELUHAN SUSAH TIDR TIDK ADA
-          DAERH SKTR MATA SESUAI WRNA WAJAH
-          TAMPAK SEGAR/CERIA
-          KLIEN DPT TIDUR ± 6JAM/HRI


INTERVENSI
1.      KAJI POLA TIDUR KLIEN R/ UNTUK MENGETAHUI PYB MSL, BRT RINGANX MASLH DAN MENENTUKAN INTRVENSI SLJUTX
2.      CIPTAKAN LINGKUNGAN YANG KONDUSIF UNTUK TIDUR R/ KLIEN DPT TDUR NYENYAK TNPA G3,
3.      DLLL

 IMPLEMENTASI
HARI SENIN, 05 DES 2011
1.      PKL 10.00 MENGKJI POLA TIDUR KLIEN
HASIL : KLIEN SUSAH TIDUR MALAM KRN SUARA PETSN DAN HRS BNGUN LBH AWAL UNTK SAHUR, TDUR MLAM DR PKL 23.00 – 03.00, TIDUR SIANG DLLLL
2.      PKL 15.10 MENCIPTAKAN LINGKG Y KONDUSIF UTK TIDUR
HASIL: KLIEN DAPAT TIDUR SIANG DIKAMARNYA DENGAN BANTUAN KIPAS ANGIN
DLLL

EVALUASI
S :  KLIEN MENGATKAN MASIH SUSAH TIDUR PD MALAM HARI, SIANG SDH DPT TDUR 9TOTAL JAM TIDUR 5JAM
O :   DAERA SKITAR MATA KEHITAMAN
              TAMPAK LESU
A : MASALH BLM TERATASI
P ; LANJUTX INTV :
1.      KAJI
2.      CIPTAX ....
3.      KOLABORASI....
4.       










J. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN Tn. R
Tgl
Diagnosa keperawatan
Tujuan
Intervensi
Rasional
Implementasi
Evaluasi
14/
12/
01
Intoleransi thd aktifitas sedang-berat b/d ketidak-seimbangan antara suplay oksigenasi dengan kebutuhan tubuh akibat pengguna-an energi yang berlebihan ditandai dengan klien mengatakan sangat capek bila harus melakukan aktifitas sehari-hari yang lebih berat spt mengangkat /memindahkan lemari, menimba air dari sumur, dll., badan akan terasa lemah dan keringatan, Ekspresi wajah klien terlihat lesu, tidak bergairah, lebih nyaman istirahat dlm posisi semi/fowler, kapilary refill lambat lebih dari 2 detik, terlihat keringatan dan agak gelisah
Setelah dilaksanakan perawatan di rumah selama 3 x pertemuan, klien dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari dengan optimal dengan kriteria klien Tn. R berpartisipasi pada aktifitas diinginkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, klien mengenal aktifitas yang tidak boleh dilakukan
Kaji toleransi klien terhadap aktifitas sehari-hari

Anjurkan klien untuk tidak melakukan pekerjaan atau aktifitas berat yang tidak dapat ditoleransi

Pertahankan istirahat terpenuhi dalam 24 jam lebih banyak dari waktu beraktifitas

Anjurkan keluarga memantau atau mendampingi klien saat melakukan aktifitas sedang-berat

Anjurkan keluarga memberikan pekerjaan ringan kepada klien

Anjurkan keluarga untuk menjaga kebersihan lantai, tidak licin terutama kamar mandi

Diskusi dengan klien dan keluarga tentang proses menua dan hubungannya dengan penyakit klien saat ini


Kelemahan fisik dapat ditoleransi ketika aktifitas yang dilakukan secara bertahap

Tindakan penghematan energi dan mempertahankan beban kerja jantung tidak bertambah

Memenuhi keseimbagan pemakaian oksigen dengan yang tersedia yang dapat dipompakan jantung

Mengurangi resiko terhadap kecelakaan dan mengatisipasi bila terjadi kekambuhan penyakit klien

Meminimalkan rasa bosan yang dialami klien selama masa tuanya

Mencegah terjadi trauma/kejutan akibat lantai licin atau rumah yang berserakan


Menambah pengetahuan klien dan keuarga serta mempersiapkan klien menghadapi masa terminasi kehidupan



Mengkaji toleransi klien terhadap aktifitas sehari-hari, dimana klien mengatakan bahwa ia tidak dapat melakukan pekerjaan yang sedang-berat seperti mengangkat 1 ember air atau menimba air dari sumur, naik tangga, dll

Menganjurkan klien untuk istirahat bila sesak  dan nyeri dada sudah mulai timbul serta mengenali keadaan penyakitnya akan kambuh

Menjelaskan kepada keluarga bahwa perlu mendampingi klien selama melakukan atifitas dan memberikan aktifitas ringan kepada klien untuk mengatasi kejenuhan di rumah

Kontrak waktu dengan klien untuk penyuluhan tentang penyakit penyabab CHF yaitu penyakit hipertensi tanggal 18 Desember 2001 jam 11.00 wib sekaligus silahturahmi
Subjektif :
Klien mengatakan memahami bahwa ia tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat karena akan beresiko terhadap kekambuhan penyakitnya dan keluarga sudah mengantisipasi dengan membiarkan klien tanpa aktifitas yang rutin

Objektif :
Klien terlihat sangat antusias saat dilkukan pemeriksaan fisik dan kooperatif saat pengkajian dilakukan, ekspresi wajah klien masih terlihat lesu, kapilary refill lebih dari 2 detik, palpitasi (+)

Analisis :
Klien mampu melakukan aktifitas ringan selama di rumah

Planning :
Penyuluhan tentang hipertensi
Ingatkan keluarga tentang kebersihan lantai rumah

15/
12/
02
Resiko curah jantung menurun (resiko berulangnya CHF) berhubungan dengan perubahan kontraktilitas jantung akibat hipertensi kronis dan proses degenerasi sistem kardiovaskuler ditandai dengan klien mengatakan sering mengalami sesak nafas diiringi nyeri dada bila melakukan aktifitas ringan-sedang seperti mengangkat 1 ember air dan naik tangga, jantung terasa berdebar-debar, TD 140/100 mmHg, HR apikal 26 x/mnt tidak teratur, irama jantung kadang tidak teratur, riwayat hipertensi kronis, cardiomegali ringan, tekanan vena jugularis + 2 cmH2O
Setelah dilakukan perawatan di rumah selama 3 x pertemuan resiko penurunan curah jantung dapat diatasi dengan kriteria tanda vital dalam batas normal, meliputi 120/90 mmHg, HR 60-100 x/mnt, hasil kontrol klien dalam batas dapat dipertahankan
Lakukan pemeriksaan fisik sistem sistem kardiovaskuler, terutama auskultasi nada apikal, frekwensi dan irama jantung

Pantau vital sign, terutama tekanan darah


Kaji kulit terhadap pucat/sianosis



Anjurkan istirahat psikologis dengan memberikan lingkungan yang tenang dan suasana yang kondusif

Anjurkan klien minum obat sesuai dengan program terapi



Anjurkan klien bila mendapatkan gejala-gejala sesak nafas dan nyeri dada agar segera berobat ke rumah sakit atau praktek dokter terdekat bila tidak dapat diatasi dengan istirahat
Mengetahui secara dini adanya gangguan atau penurunan curah jantung



Pada CHF lanjut, tubuh tidak mampu lagi mengkompensasi dan hipotensi tidak dapat normal lagi

Pucat menunjukkan penurunan perfusi perifer oleh karena penurunan COP akibat refraksitori gagal jantung koroner

Emosi dan stress fisik dapat meningkatkan beban kerja jantung


Minum obat secara teratur dapat mempertahankan fungsi jantung dan memperbaiki secara perlahan fungsi jantung

Mengatasi komplikasi lebih lanjut atau keadaan gagal nafas
Melaksanakan pemeriksaan fisik secara menyeluruh seperti diuraikan pada data pengkajian di atas.

Pemeriksaan vital sign tanggal 14 Desember 2001, meliputi TD 140/100 mmHg, HR 100 x/mnt, RR 28 x/mnt dan Tenp. 36,8 oC

Keadaan kulit klien keriput, agak lembab, tidak ditemukan keadaan pucat, sianosis serta tidak ada lesi atau luka pada kulit

Menganjurkan klien untuk istirahat untuk mengurangi pengeluaran energi yang berlebihan sehingga dapat meningkatkan beban kerja jantung

Mengajurkan klien untuk minum obat secara teratur agar tidak terjadi resistensi terhadap penggunaan obat tertentu

Mengajurkan klien bila mendapat gejala sesak nafas dan nyeri dada segera berobat ke rumah sakit atau praktek dokter terdekat
Subjektif :
Klien mengatakan bahwa untuk saat ini sesak nafas dan nyeri dada tidak dialami, dan sudah tidak minum obat lagi sejak awal bulan puasa.

Objektif :
Keadaan kulit klien tidak ditemukan pucat atau sianosis, juga tidak ditemukan lesi/luka, kulit agak kering dan keriput, tekanan darah dalam batas dapat ditoleransi klien

Analisis :
Sampai sejauh ini penurunan curah jantung tidak terjadi atau curah jantung dapat dipertahankan dalam keadaan normal

Planning :
Pantau vital sign setiap kali pertemuan
Ingatkan klien untuk kontrol ke rumah sakit setelah bulan puasa
Kenalkan klien gejala-gejala penurunan curah jantung




A.      CATATAN KEPERAWATAN
Hari/tgl
No Dx
Implementasi dan observasi
Hasil evaluasi/modifikasi
Nama/paraf
Selasa18/12/01
1
Mengkaji toleransi klien terhadap aktifitas sehari-hari saat ini

Melaksanakan penyuluhan tentang penyakit hipertensi kronis sebagai penyebab tersering dari gagal jantung (CHF) kepada klien dan keluarga

Mengingatkan keluarga untuk tetap menjaga kebersihan lantai rumah, terutama kamar mandi untuk mencegah terjadinya kecelakaan
Subjektif :
Klien mengatakan bahwa ia sudah tahu penyebab kegagalan jantung yang dialaminya adalah penyakit hipertensi dan sudah dijelaskan dokter di RS, tapi tentang perawatan di rumah klien mengatakan masih belum memahami secara keseluruhan

Objektif :
Klien terlihat memberikan perhatian serius terhadap penjelasan perawat dengan pertanyaan sekitar penyakitnya

Analisis :
Klien mampu melakukan aktifitas ringan selama di rumah

Planning :
Ingatkan klien untuk tetap menjaga aktifitas tidak melebihi batas toleransinya


Rabu 19/12/01
2
Mengobservasi kondisi fisik klien

Pemeriksaan vital sign tanggal 19 Desember 2001, meliputi TD 130/90 mmHg, HR 84 x/mnt, RR 26 x/mnt dan Tenp. 37,3 oC

Keadaan kulit klien tidak ditemukan keadaan pucat, sianosis serta tidak ada lesi atau luka pada kulit

Menganjurkan klien untuk istirahat agar mengurangi pengeluaran energi yang berlebihan sehingga dapat meningkatkan beban kerja jantung

Mengingatkan klien untuk segera berobat setelah bulan puasa

Mengenalkan klien dengan gejala-gejala yang menandai kekambuhan penyakitnya, seperti sesak nafas, nyeri dada, kelemahan tiba-tiba,  jantung berdebar-debar, tekanan darah tidak terkontrol, dsb.
Subjektif :
Klien mengatakan bahwa untuk saat ini sesak nafas dan nyeri dada tidak dialami, dan sudah tidak minum obat lagi sejak awal bulan puasa serta klien berjanji untuk  segera berobat setelah bulan puasa berlalu.

Objektif :
Keadaan kulit klien tidak ditemukan pucat atau sianosis, juga tidak ditemukan lesi/luka, tekanan darah dalam batas dapat ditoleransi klien

Analisis :
Penurunan curah jantung tidak terjadi atau curah jantung dapat dipertahankan dalam keadaan normal

Planning :
Pantau vital sign setiap kali pertemuan
Ingatkan klien untuk kontrol ke rumah sakit setelah bulan puasa




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar